Mahkota Bino Kasih

Posted: 24 Mei 2012 in SEJARAH
Koleksi  Museum Prabu geusan Ulun

Mahkota Bino Kasih Sanghyang Pake (Tiara) mahkota bersusun tiga
1. Petikan dari CARITA PARAHIYANGAN.

Batara Guru di Jampang ma inya nu nyieun ruku Sanghiyang Pake basa wastu dijieun Ratu. Beunang nu pakabrata sewaka ka dewata nu ditiru oge pake Sanghiyang Indra, ruku ta.

Terjemahan :

Batara Guru di Jampang itulah pembuat Mahkota SANGHIYANG PAKE ketika yang berhak (atas tahta = Wastu Kancana) dinobatkan menjadi Raja. (Mahkota itu) buatan (hasil) bertapa bakti kepada dewa yang ditirupun adalah Mahkota Sanghiyang Indra, itulah (keadaan) Mahkota tersebut.

2. Hyang Bunisora memerintah Pakuan Sunda / Pajajaran 1357 – 1371 sedangkan Wastu Kancana memerintah dari tahun 1371 – 1475 selama 103 tahun 6 bulan dan 15 hari.

3. Ketika 4 (empat) Kandaga Lante Kerajaan Pajajaran (kira-kira tanggal 8 Mei 1579, Pakuan sebagai ibukota Kerajaan Pajajaran jatuh ketangan tentara Surasowan Banten) meninggalkan Pajajaran, setelah direstui Raja Pajajaran untuk mencari penguasa baru (Geusan Ulun Kumawula), tentunya dengan membawa barang berharga yang dapat meyakinkan Penguasa yang dituju bahwa mereka adalah pegawai Istana dengan kedudukan yang tinggi, yang dibawa mereka diantaranya adalah Mahkota dan atribut Kerajaan lainnya (kujang).
Pangeran Geusan Ulun yang sedang memerintah Kerajaan daerah Sumedang Larang (ibu kotanya Kutamaya), memerintah dari tahun 1579 – 1610, menerima 4 (empat) Kandaga Lante diatas.
Mahkota yang dibawa oleh Kandaga Lante itu dipakai saat penobatan menjadi Prabu Geusan Ulun Nalendra Kerajaan Sumedang Larang.

4. Pada tanggal 20 Januari 1856 Tumenggung Somanagara cucu Pangeran Kornel dilantik menjadi Bupati Sumedang (Th. 1836 – 1881) dengan gelar Raden Tumenggung Suria Kusumah Adinata. Dengan Surat Keputusan tanggal 31 Oktober 1850 memperoleh gelar Pangeran, tapi masyarkat Sumedang menamakannya Pangeran Sugih, karena Sugih harta/kekayaan dan putera. Barangkali Mahkota (pusaka) yang ada sudah terlalu tua sehingga perlu diadakan renovasi, dibuatlah Mahkota dengan type Bhinoka Sri yang dipakai Batara Indra dan Batara Rama di dunia wayang. Karena Pangeran Sugih banyak puteranya maka untuk memberi makna yang lebih mendalam terhadap sebutan “Raja sehari” yang sering ditujukan kepada pengantin, maka dibuatlah Replika dari Mahkota Bhinoka Sri dan dapat digunakan oleh keturunan bilamana dikala melakukan pernikahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s