Diselidiki, 5 “Gunung Piramida” di Luar Jawa

Posted: 28 Maret 2012 in SEJARAH

Tim Katastropik Purba, yang dibentuk untuk meneliti berbagai bencana alam berkategori katastropik yang terjadi di masa lalu menemukan, empat gunung dan satu bukit yang anomali.

Yakni, Gunung Dua Saudara di Sulawesi Utara, Gunung Kiematubu di Tidore, Tyom Papua di Lembah Baliem, Gunung Inniere di Nusa Tenggara Timur, dan Bukit Penrissen di Kalimantan Barat.

“Dari riset awal tim katastropik purba, mengindikasikan kecenderungan tidak natural,” kata anggota tim, Iwan Sumule dalam keterangan yang diterima.

Dia menambahkan, kempat gunung dan satu bukit tersebut pada 2012 akan menjadi tempat riset, terutama terkakit patahan atau sesar gempa. “Seperti diketahui berdasarkan hasil tim peta gempa 2010, ada ancaman potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong, dan Tarerua-Aiduna di Papua,” kata Iwan.

Tim katastropik purba akan merekomendasikan patahan-patahan besar itu untuk diteliti dan diwaspadai. “Kami  berharap Mendikbud dan Menristek bersama LIPI, GREAT ITB, Geologi UGM, ITS, dan lain-lain untuk melakukan percepatan riset di kawasan Indonesia timur itu,” tambah dia.

Terkait dugaan man made alias buatan manusia di empat gunung tersebut adalah sebuah bukti. “Ada hubungan erat antara peradaban dan kebencanaan,” kata Iwan.

Sementara, di Bukit Penrissen di Kalbar juga direkomendasikan, apakah di sekitarnya ada kecenderungan patahan yang belum diketahui aktifitasnya. “Karena pada 2011 lalu terjadi gempa di Singkawang, ini di luar dugaan. Selama ini Kalimantan dianggap daerah yang aman gempa, ternyata gempa Singkawang sempat terjadi,” kata dia.

Sebelumnya, tim merilis temuan “gunung piramida” di Pulau Jawa, khususnya Gunung Sadahurip atau Gunung Putri di Garut, Jawa Barat. Diyakini, bukit itu tak hanya sekedar onggokan tanah, namun menyimpan sebuah rahasia besar: sebuah piramida.

Menurut perkiraan, besar dan usianya melampaui Piramida Giza di Mesir. Tingginya diduga mencapai 200 meter, usianya sekira 10.000 tahun. Benar atau tidaknya klaim tersebut, masih menunggu pembuktian melalui proses eskavasi.

 

Sumber : VivaNews

Komentar
  1. ulil albab mengatakan:

    subhanallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s