MAKOM SYEH ROHMAT SUCI GODOG

Posted: 28 Juli 2011 in SEJARAH

Sunan Godog atau Kanjeng Sunan Rahmat Suci atau Kiansantang adalah penyebar agama Islam pada akhir abad ke 15 – awal abad ke-16 di daerah Timbanganten (sekarang wilayah Kecamatan Samarang, Tarogong, Kadungora dan Leles). Menurut tradisi lisan yang berkembang di daerah Garut, Sunan Godog dipercaya sebagai tokoh salah seorang anak Prabu Siliwangi dari Nyai Putri Subanglarang yang beragama Hindu. Kemudian diceritakan bahwa Sunan Godog ketika kembali dari tanah suci Mekah membawa sewadah tanah. Sepanjang perjalanan menelusuri daerah-daerah di Indonesia, tanah tersebut berceceran. Pada setiap ceceran tersebut, merupakan tempat lahir ke-9 wali sanga. Pada saat menuju Gunung Suci, tanah yang dibawanya bergoyang atau godeg. Dari sinilah nama Godog lahir, maka dari itu Sunan Rahmat Suci pun terkenal sebagai Sunan Godog.
Makam Godog berjumlah 9 makam, terdiri dari 1 makam Sunan Godog dan 8 makam para pengiringnya. Makam-makam tersebut terletak berurutan dimulai dari pengiring pertama sampai kedepalan, kemudian makam utama Sunan Godog berada di puncak gunung. Ukuran makam hampir sama ± 2m x 1m. Makam utama berada di dalam bangunan berdenah empat persegi panjang dengan p x l m, bercungkup, beratap genteng, berdinding tembok dan berpintu kayu. Di samping kanannya terdapat ruangan tempat menyimpan gundukan tanah keramat yang pernah dibawa Sunan Godog dari tanah Suci Mekah.
Makam Godog merupakan objek wisata ziarah yang paling banyak dan ramai dikunjungi di Kabupaten Garut. Hal ini karena telah menjadi tradisi pada setiap bulan Maulid diadakan upacara tradisional ‘’ Ngalungsur ‘’ atau Turun Zimat. Upacara yang dilakukan setiap tanggal 14 Maulud ini pada intinya dimaksudkan sebagai ungkapan rasa penghormatan dari masyarakat terhadap Sunan Godog, karena jasanya dalam menyebarkan agama Islam di Tatar Garut. Ungkapan rasa hormat direalisasikan dengan cara ‘’ngamumule’’ (memelihara dan merawat) benda pusaka seperti berbagai bentuk dan jenis keris, kitab Al Qur’an, Cis, Skin dan lain-lain. Benda-benda pusaka ini diturunkan dari dalam peti (kandaga) yang disimpan di atas sebuah ruangan bangunan makam, kemudian dibuka penutupnya dan dikeluarkan satu persatu untuk dicuci dengan air bunga dan digosok dengan minyak wangi supaya tidak berkarat oleh juru kunci.
Lokasi:  Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut
Telepon:
Email:
Internet:
Arah:  Makam Godog dari Terminal Cileunyi Bandung ke Terminal Ciawitali Garut dapat  dicapai dengan waktu ± 1,5 jam Kemudian menuju lokasi dengan menggunakan angkutan kota satu kali jurusan Karangpawitan. Melalui Jalan Raya Karangpawitan ± 5,5 Km masuk ke dalam dengan menggunakan ojeg yang bertarif Rp 10.000,- sampai ke tempat parkir. Untuk mencapai lokasi makam hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki ± 20 menit dengan jarak ± 1 Km.

Fasilitas: Penginapan, Mushola, WC umum,

Sunan Godog atau Kanjeng Sunan Rahmat Suci atau Kiansantang adalah penyebar agama Islam pada akhir abad ke 15 – awal abad ke-16 di daerah Timbanganten (sekarang wilayah Kecamatan Samarang, Tarogong, Kadungora dan Leles). Menurut tradisi lisan yang berkembang di daerah Garut, Sunan Godog dipercaya sebagai tokoh salah seorang anak Prabu Siliwangi dari Nyai Putri Subanglarang yang beragama Hindu. Kemudian diceritakan bahwa Sunan Godog ketika kembali dari tanah suci Mekah membawa sewadah tanah. Sepanjang perjalanan menelusuri daerah-daerah di Indonesia, tanah tersebut berceceran. Pada setiap ceceran tersebut, merupakan tempat lahir ke-9 wali sanga. Pada saat menuju Gunung Suci, tanah yang dibawanya bergoyang atau godeg. Dari sinilah nama Godog lahir, maka dari itu Sunan Rahmat Suci pun terkenal sebagai Sunan Godog.
Makam Godog berjumlah 9 makam, terdiri dari 1 makam Sunan Godog dan 8 makam para pengiringnya. Makam-makam tersebut terletak berurutan dimulai dari pengiring pertama sampai kedepalan, kemudian makam utama Sunan Godog berada di puncak gunung. Ukuran makam hampir sama ± 2m x 1m. Makam utama berada di dalam bangunan berdenah empat persegi panjang dengan p x l m, bercungkup, beratap genteng, berdinding tembok dan berpintu kayu. Di samping kanannya terdapat ruangan tempat menyimpan gundukan tanah keramat yang pernah dibawa Sunan Godog dari tanah Suci Mekah.
Makam Godog merupakan objek wisata ziarah yang paling banyak dan ramai dikunjungi di Kabupaten Garut. Hal ini karena telah menjadi tradisi pada setiap bulan Maulid diadakan upacara tradisional ‘’ Ngalungsur ‘’ atau Turun Zimat. Upacara yang dilakukan setiap tanggal 14 Maulud ini pada intinya dimaksudkan sebagai ungkapan rasa penghormatan dari masyarakat terhadap Sunan Godog, karena jasanya dalam menyebarkan agama Islam di Tatar Garut. Ungkapan rasa hormat direalisasikan dengan cara ‘’ngamumule’’ (memelihara dan merawat) benda pusaka seperti berbagai bentuk dan jenis keris, kitab Al Qur’an, Cis, Skin dan lain-lain. Benda-benda pusaka ini diturunkan dari dalam peti (kandaga) yang disimpan di atas sebuah ruangan bangunan makam, kemudian dibuka penutupnya dan dikeluarkan satu persatu untuk dicuci dengan air bunga dan digosok dengan minyak wangi supaya tidak berkarat oleh juru kunci.
Lokasi:  Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut
Telepon:
Email:
Internet:
Arah:  Makam Godog dari Terminal Cileunyi Bandung ke Terminal Ciawitali Garut dapat  dicapai dengan waktu ± 1,5 jam Kemudian menuju lokasi dengan menggunakan angkutan kota satu kali jurusan Karangpawitan. Melalui Jalan Raya Karangpawitan ± 5,5 Km masuk ke dalam dengan menggunakan ojeg yang bertarif Rp 10.000,- sampai ke tempat parkir. Untuk mencapai lokasi makam hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki ± 20 menit dengan jarak ± 1 Km.

Fasilitas: Penginapan, Mushola, WC umum,

Komentar
  1. Pangeran Rincik mengatakan:

    Alhamdulillah pernah berziarah ke makam ini . Makin terbuka hatiku akan kebesaran Allah …
    Kemuliaan yg Allah berikan pada kekasihNya , menjadikan berkah kepada yang hidup , amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s